This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Senin, 09 Juli 2012

BIOGRAFI DAN KARYA CHAIRIL ANWAR

BIOGRAFI CHAIRIL ANWAR

Chairil Anwar merupakan anak tunggal.
Ayahnya bernama Toeloes, mantan bupati Kabupaten Indragiri Riau, berasal dari Taeh Baruah, Limapuluh Kota.
Ibunya Saleha, berasal dari Situjuh, Limapuluh Kota.
Chairil masuk sekolah Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi waktu masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO), sekolah menengah pertama Hindia Belanda, tetapi dia keluar sebelum lulus. Dia mulai untuk menulis sebagai seorang remaja tetapi tak satupun puisi awalnya yang ditemukan.
ChairilTak lama setelah itu, pukul 15.15 WIB, 28 April 1949, Chairil meninggal dunia. Ada beberapa versi tentang sakitnya. Tapi yang pasti, TBC kronis dan sipilis.


Chairil Anwar adalah seorang penyair legendaris yang dikenal juga sebagai "Si Binatang Jalang" (dalam karyanya berjudul "Aku"). Salah satu bukti keabadian karyanya, pada Jumat 8 Juni 2007, Chairil Anwar, yang meninggal di Jakarta, 28 April 1949, masih dianugerahi penghargaan Dewan Kesenian Bekasi (DKB) Award 2007 untuk kategori seniman sastra. Penghargaan itu diterima putrinya, Evawani Alissa Chairil Anwar.
Pada usia sembilan belas tahun, setelah perceraian orang-tuanya, Chairil pindah dengan ibunya ke Jakarta di mana dia berkenalan dengan dunia sastra. Meskipun pendidikannya tak selesai, Chairil menguasai bahasa Inggris, bahasa Belanda dan bahasa Jerman, dan dia mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer M. Rilke, W.H. Auden, Archibald MacLeish, H. Marsman, J. Slaurhoff dan Edgar du Perron. Penulis-penulis ini sangat mempengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung mempengaruhi puisi tatanan kesusasteraan Indonesia.
Semasa kecil di Medan, Chairil sangat dekat dengan neneknya. Keakraban ini begitu memberi kesan kepada hidup Chairil. Dalam hidupnya yang amat jarang berduka, salah satu kepedihan terhebat adalah saat neneknya meninggal dunia. Chairil melukiskan kedukaan itu dalam sajak yang luar biasa pedih:

"Bukan kematian benar yang menusuk kalbu/ Keridlaanmu menerima segala tiba/ Tak kutahu setinggi itu atas debu/ Dan duka maha tuan bertahta"
Sesudah nenek, ibu adalah wanita kedua yang paling Chairil puja. Dia bahkan terbiasa menyebut nama ayahnya, Tulus, di depan sang Ibu, sebagai tanda menyebelahi nasib si ibu. Dan di depan ibunya, Chairil acapkali kehilangan sisinya yang liar. Beberapa puisi Chairil juga menunjukkan kecintaannya pada ibunya.
Sejak kecil, semangat Chairil terkenal kedegilannya. Seorang teman dekatnya Sjamsul Ridwan, pernah membuat suatu tulisan tentang kehidupan Chairil Anwar ketika semasa kecil. Menurut dia, salah satu sifat Chairil pada masa kanak-kanaknya ialah pantang dikalahkan, baik pantang kalah dalam suatu persaingan, maupun dalam mendapatkan keinginan hatinya. Keinginan dan hasrat untuk mendapatkan itulah yang menyebabkan jiwanya selalu meluap-luap, menyala-nyala, boleh dikatakan tidak pernah diam.


Masa dewasa
Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastera setelah pemuatan tulisannya di "Majalah Nisan" pada tahun 1942, pada saat itu dia baru berusia dua puluh tahun. Hampir semua puisi-puisi yang dia tulis merujuk pada kematian. Chairil ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta jatuh cinta pada Sri Ayati tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.
Semua tulisannya yang asli, modifikasi, atau yang diduga diciplak dikompilasi dalam tiga buku : Deru Campur Debu (1949); Kerikil Tajam Yang Terampas dan Yang Putus (1949); dan Tiga Menguak Takdir (1950, kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin).
Chairil memang penyair besar yang menginspirasi dan mengapresiasi upaya manusia meraih kemerdekaan, termasuk perjuangan bangsa Indonesia untuk melepaskan diri dari penjajahan. Hal ini, antara lain tercermin dari sajaknya bertajuk: "Krawang-Bekasi", yang disadurnya dari sajak "The Young Dead Soldiers", karya Archibald MacLeish (1948).

Dia juga menulis sajak "Persetujuan dengan Bung Karno", yang merefleksikan dukungannya pada Bung Karno untuk terus mempertahankan proklamasi 17 Agustus 1945.
Bahkan sajaknya yang berjudul "Aku" dan "Diponegoro" juga banyak diapresiasi orang sebagai sajak perjuangan. Kata Aku binatang jalang dalam sajak Aku, diapresiasi sebagai dorongan kata hati rakyat Indonesia untuk bebas merdeka.


Salah satu karya Chairil Anwar, yaitu sajaknya yang berjudul “Aku”

Aku , (Chairil Anwar)
Kalau sampai waktuku
‘Ku mau tak seorang ‘kan merayu
Tidak juga kau
Tak perlu sedu sedan itu
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi





Analisis puisi “Aku” karya Chairil Anwar.
1.      Tema
Tema adalah sesuatu yang menjadi pikiran pengarang. Sesuatu yang menjadi pikiran tersebut dasar bagi puisi yang dicipta oleh penyair. Sesuatu yang dipikirkan itu bias bermacam-macam permasalahan hidup. Penyair tidak pernah menyebut tema tema puisi yang ditulisnya. Untuk mengetahui temasebuah puisi pembaca harus membaca keseluruhan puisi tersebut dengan cermat.
Tema pada puisi “Aku” karya Chairil Anwar adalah menggambarkan semangat perjuangan untuk membebaskan diri dari belenggu penjajahan. Seperti pada baris keempat dan kelima : ‘Biar peluru menembus kulitku’
‘Aku tetap meradang menerjang’.

2.      Nada
Nada adalah sikap penyair kepada pembaca.
Dalam Puisi ‘Aku’ terdapat kata ‘Tidak juga kau’, Kau yang dimaksud dalam kutipan diatas adalah pembaca atau penyimak dari puisi ini. Ini menunjukkan betapa tidak pedulinya Chairil dengan semua orang yang pernah mendengar atau pun membaca puisi tersebut, entah itu baik, atau pun buruk. Disamping Chairil ingin menunjukkan ketidak peduliannya kepada pembaca, dalam puisi ini juga terdapat pesan lain dari Chairil, bahwa manusia itu itu adalah makhluk yang tak pernah lepas dari salah. Oleh karena itu, janganlah memandang seseorang dari baik-buruknya saja, karena kedua hal itu pasti akan ditemui dalam setiap manusia. Selain itu, Chairil juga ingin menyampaikan agar pembaca tidak perlu ragu dalam berkarya. Berkaryalah dan biarkan orang lain menilainya, seperti apa pun bentuk penilaian itu.
3.      Rasa
Rasa adalah sikap penyeir terhadap pokok permasalahan yang terdapat pada puisinya.
Pada puisi “Aku” karya Chairil Awar  merupakan eskpresi jiwa penyair yang menginginkan kebebasan dari semua ikatan. Di sana penyair tidak mau meniru atau menyatakan kenyataan alam, tetapi mengungkapkan sikap jiwanya yang ingin berkreasi. Sikap jiwa “jika sampai waktunya”, ia tidak mau terikat oleh siapa saja, apapun yang terjadi, ia ingin bebas sebebas-bebasnya sebagai “aku”. Bahkan jika ia terluka, akan di bawa lari sehingga perih lukanya itu hilang. Ia memandang bahwa dengan luka itu, ia akan lebih jalang, lebih dinamis, lebih vital, lebih bergairah hidup. Sebab itu ia malahan ingin hidup seribu tahun lagi. Uraian di atas merupakan yang dikemukakan dalam puisi ini semuanya adalah sikap chairil yang lahir dari ekspresi jiwa penyair.
4.      Amanat
Amanat adalah hal yang mendorong penyair untuk menciptakan puisinya. Amanat berhubungan dengan makna karya sastra. Makna bersifat kias, subjektif, dan umum. Makna berhubungan dengan individu, konsep seseorang dan situasi tempatpenyair mengimajinasikan puisinya.
Amanat dalam Puisi ‘Aku’ karya Chairil Anwar yang dapat saya simpulkan dan  dapat kita rumuskan adalah sebagai berikut :
  • Manusia harus tegar, kokoh, terus berjuang, pantang mundur meskipun   rintangan menghadang.
  • Manusia harus berani mengakui keburukan dirinya, tidak hanya menonjolkan kelebihannyasaja.
  • Manusia harus mempunyai semangat untuk maju dalam berkarya agar pikiran dan semangatnya itu dapat hidup selama-lamanya.
5.      Diksi
Untuk ketepatan pemilihan kata sering kali penyair menggantikan kata yang dipergunakan berkali-kali yang dirasa belum tepat, diubah kata-katanya.
Seperti pada baris kedua: bait pertama
“Ku mau tak seorang ’kan merayu”
Merupakan pengganti dari kata “ku tahu”.
“kalau sampai waktuku”
dapat berarti “kalau aku mati”
“tak perlu sedu sedan“
dapat bererti “berarti tak ada gunannya kesedihan itu”. “Tidak juga kau” dapat berarti “tidak juga engkau anaku, istriku, atau kekasihku”.
6.      Pengimajian
               Gambaran-gambaran angan, gambaran pikiran, kesan mental atau bayangan visual dan bahasa yang menggambarkannya biasa disebut dengan citra atau imaji. Citraan dapat dikelompokan atas beberapa macam, antara lain : citraan visual (penglihatan), citraan auditif (pendengaran), citraan artikulatoris (pengucapan), citraan alfaktori (penciuman), citraan gustatory (kecakapan), citraan taktual (peraba/ perasaan), citraan kinaestetic “kinaestetik” (gerak), dan citraan organik.
Di dalam sajak ini terdapat beberapa pengimajian, diantaranya :
‘Ku mau tak seorang ’kan merayu (Imaji Pendengaran)
‘Tak perlu sedu sedan itu’ (Imaji Pendengaran)
‘Biar peluru menembus kulitku’ (Imaji Rasa)
‘Hingga hilang pedih perih’ (Imaji Rasa).
7.   Kata Konkrot     
Kata konkret adalah kata-kata yang digunakan penyair untuk menggambarkan suatu lukisan keadaan atau suasana batin dengan maksud untuk membangkitkan imaji pembaca. Secara makna, puisi Aku tidak menggunakan kata-kata yang terlalu sulit untuk dimaknai, bukan berarti dengan kata-kata tersebut lantas menurunkan kualitas dari puisi ini. Sesuai dengan judul sebelumnya, puisi tersebut menggambarkan tentang semangat dan tak mau mengalah, seperti Chairil itu sendiri.
8.      Versifikasi
Ritme dalam puisi yang berjudul ‘Aku’ ini terdengar menguat karena ada pengulangan bunyi (Rima) pada huruf vocal ‘U’ dan ‘I’
Vokal ‘U’pada larik pertama dan ke dua, pengulangan berseling vokal a-u-a-u
Larik pertama ‘Kalau sampai waktuku.’
Larik kedua ‘Ku mau tak seorang-’kan merayu.
Larik kedua ‘Tidak juga kau’.
Pengulangan vokal ‘I’:
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih perih
Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi
9.      Tipogafri
Tipografi atau disebut juga ukiran bentuk. Dalam Puisi didefinisikan atau diartikan sebagai tatanan larik, bait, kalimat, frase, kata dan bunyi untuk menghasilkan suatu bentuk fisik yang mampu mendukung isi, rasa dan suasana. Namun dalam sajak ‘Aku’ karya Chairil Anwar tidak menggunakan tipografi.
10.  Sarana Retorika
Dalam sajak ini intensitas pernyataan dinyatakan dengan sarana retorika yang berupa hiperbola, dikombinasi dengan ulangan, serta diperkuat oleh ulangan bunyi vokal a dan u ulangan bunyi lain serta persajakan akhir seperti telah dibicarakan di atas.
Hiperbola tersebut :
Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang
Biar perlu menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang
………
Aku ingin hidup seribu tahun lagi
Gaya tersebut disertai ulangan i-i yang lebih menambah intensitas :
Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari
Hingga hilang pedih peri
Dan aku akan lebih tidak perduli
Aku ingin hidup seribu tahun lagi
Dengan demikian jelas hiperbola tersebut penonjolan pribadi tanpa makin nyata disana ia mencoba untuk nyata berada di dalan dunianya.

PEMBAHASAN TENTANG DRAMA

PEMBAHASAN

TUJUAN PEMBELAJARAN ( INTRUKTIONAL OBJEKTIVES )
                        Bicara tentang tujuan pengajaran, kita tidak lepas dari tokoh yang sangat popular yaitu Benjamin S. Bloom yang membagi tujuan pengajaran menjadi tiga kawasan ( matra atau domain ), yaitu: kawasan kognitif, kawasan afektif, dan kawasan psikomotorik. Ketiga kawasan tersebut masih dibagi menjadi masing – masing 6,5 dan 5 unsur. Keseluruhannya disebut taksonomi; istilah yang sebenarnya digunakan dalam ilmu fisika dan biologi.
                        Ternyata tujuan yang disampaaikan oleh Bloom itu bukan satu-satunya,  karna telah muncul nama-nama : Robert N. Gagne, David Merril, dan sebagainya, yang menggeser dominasi Bloom seak tahun 1957, bahkan untuk pengajaran drama khususnya, dan umumnya dapat diadakan modifiikasi pada teori Bloom yang bagi para ahli dipandang terlalu luas itu. Agar tidak terpancang pada teori Bloom berikut ini disapaika secara sekilas teori-teori tetang tujuan pengajaran yang lain.


A.    Taksonomi Bloom.
                        Bloom membagi tujuan pengajaran menjadi tiga kawasan, yaitu: kognitif, afektif, dan psikomotorik. Untuk mendapat gambaran yang jelas tentang tiga kawasan ini kita dapat berpaling kepenetaran P-4. Dalam penataran tersebut apa yang kita ketahui, kita serapkan menjdi sikap positif kita yang kita terima. Baru ssetelah ita terima, sebagai sikap daklam hidup, menjadi nilai, bahkan menjadi kesadaran jiwa yang utuh, maka kita dapat bertingkahlaku sesuai dengan pancasila.
                        Dalam pengajaran drama ( dan sastra ), kiranya memang tidak cukup diberikanpengetahuan tentang drama. Mereka harus mampu mengapresiasi (unsure yang termasuk afektif), dan mementaskan ( pssikomotorik ), jadi, ya kognitif, afektif, dan psikomootorik. Untk merumuskan tuujuan pengajaran sesuai dengan teoro Bloom, kiranya perlu diketahui rincian kawasan-kawasan tujuan menngajar ituu, serta contoh nyata kerja operasional khusus. Ketiga domain tujuan mengajar menurut BenjaminS. Bloom adalah sebagai berikut :
a.       Kawasan Kognitif,yang meliputi :
1.      Pengetahuan
2.      Pemahaman
3.      Penerapan
4.      Analisis
5.      Sintesis

b.      EvaluasiKawasan Afektif,meliputi :
1.      Menerima ( receiving )
2.      Responding ( menjawab, reaksi )
3.      Mengorganisasikan sistem nilai.
4.      Mengadakan karakterisasi nilai.  
5.      Ada 5 unsur afektif dalam taksonomi Bloom, yaitu : minat, apresiasi, sikap, nilai, dan penyesuaian diri.
a.       Minat. Artinya kecenderungan yang agak menetap, dimana sisubjek merasa tertarik dan senang berkecimpung dalam kegiatan suatu bidang.
Ø Unsur minat meliputi hal-hal berikut :
1.      Penerimaan
2.      Respons
3.      Nilai
b.      Apresiasi, adalah pernyataan seseorang yang secara sadar tertarik dan senang kepada sesuatu hal.
Apresiasi ada 6 unsur, :
1.      Perhatian yang terkontrol dan terpilih
2.      Persetujuan untuk merespons
3.      Kemauan untuk merespons
4.      Keputusan untuk merespons
5.      Penerimaan suatu nilai
6.      Pilihan suatu nilai
c.       Sikap, adalah kecenderungan suatu subjek menerima atau menolak suatu objek berdasarkan penilaian terhadap objek itu sebagai objek yang berharga ( baik ) atau tidak berharga ( jelek ). Dalam sikap terdapat aspek kognitif dan tidak hanya afekfif saja.
Unsur-unsur yang membangun nilai
1.      Kemampuan untuk merespons
2.      Merasa senamg dalam merespons
3.      Menerima nilai
4.      Pemilihan suatu nilai
5.      Bertanggung awab untuk mengingatkan diri.
d.      Nilai, adalah hakikat dari suatu hal yang menyebabkan nilai itu pantas dikejar manusia. Nilai seperti halnya sikap berkaitan dengan baik buruk atau pantas tidaknya sesuatu dikejar oleh manusia.
e.       Penyesuaian diri, merupakan Interelasi ( antar hubungan ) antara seseorang dengan yang lainnya dalam berhubungan sedemikian rupa. Sehingga orang merasa berada dalam kesatuan organisasi secara sejajar satu sama lainnya.
c.       Kawasan Psikomotor
Suatu pengetahuan dan sikap baru benar-benar di amalkan kalau sudah diwujudkan dalam perbuatan atau psikomotorik.
Ø  Ada lima unsur kawasan psikomotorik
1.      Persepsi meliputi :
a.       Stimulasi
b.      Menyentuh bentuk serdadu
c.       Merasakan sesuatu
d.      Membantu dan memegang
e.       Mendiskriminasi tanda-tanda
2.      Kesiapan meliputi ;
a.       Kesiapan mental
b.      Kesiapan fisik
c.       Kesiapan emosional dalam merespon
3.      Respon terpimpin,meliputi
a.       Imitasi
b.      Trial and error
c.       Mengikuti
d.      Mengadakan eksperimen
4.      Mekanisme,meliputi :
a.       Memilih
b.      Merencanakan
c.       Melatih
5.      Respons yang kompleks:
a.       Adatasi
b.      Penggunaan skill untuk profesi
c.       Melaporkan untuk menjelaskan

B.     David Merril
Merril menyatakan adanya empat macam tujuan pengajaran, yang kenudian dapat dijabarkan menjadi tujuh, yaitu sebagai berikut.
1.      Fakta, dalam arti mengingatkan fakta
2.      Konsep, meliputi :
a.       Mengingatkan konsep
b.      Menggunakan konsep
3.      Prosedur atau rule, meliputi :
a.       Mengingat prosedur ( rule )
b.      Menggunakan prosedur ( rule )
4.      Prinsip, meliputi :
a.       Mengingatkan prinsip
b.      Menggunakan prinsip ( Merril 1981 )

C.    Robert M. Gagne
             Tujuan-tujuan pengajaran yang dikemukakan oleh Robert M. Gagne sebenarnya merupakan penyederhanaan dari tujuan yang dikemukakan oleh Bloom. Hanya saja Gagne tidak mengotakkan tujuan itu menjadi tiga kotak. Ia membagi tujuan pengajaran menjadi lima bagian yang masing-masing yang masih diklasifikasi lagi. Kelima tujuan pengajaran itu, adalah sebagai berikut :
1.      Kemampuan Intelektual, meliputi :
a.       Diskriminasi
b.      Identifikasi
c.       Klasifikasi
d.      Demontrasi
e.       Menggeneralisasikan.
2.      Strategi kognitif, meliputi :
a.       Mengambil kesimpulan mengubah konsep lama
b.      Mengklasifikasikan secara acak suatu urutan kemudian memilihnya
c.       Memilih kegiatan dari pernyataan lama dari problem-problem, untuk mencapai tujuan
d.      Mengidentifikasi suatu yang kontradiktif yang membuktikan bahwa tujuan tidak dapat dicapai pada waktu lalu.
e.       Memecah masalah ke dalam bagian-bagian
f.       Menoleh kembali kepada tujuan awal untuk membuat tujuan baru.
3.      Informasi ,meliputi:
a.       Belajar label (judul)
b.      Belajar fakta (informasi)
c.       Belajar keseluruhan pengetahuan
4.      Sikap, meliputi :
a.       Kecepatan ( speed )
b.      Kecermatam ( accuracy )
c.       Kekuatan ( force )
d.      Keluwasan ( smoothness )
5.      Sikap (attitude),meliputi :
a.       Pemilihan
b.      Tindak perseorangan
c.       Tindakan
                   Demikian tujuan-tujuan pengajaran yang dikemukakan oleh Robert M. Gaane dan Leslie J. Bringgs dalam bukunya Principle of Intructional Design ( 1979 ). Gagne memberikan batasan untuk jenis-jenis tujuan pengjaran itu, yaitu :
1.      Kemempuan Intelektual, yaitu kemampuan otak manusia untuk mendiskriminasikan
2.      Strategi Koknitif, yaitu kemampuan menguraikan masalah
3.      Keterampilan Motoris, yaitu keterampilan gerak otot untuk melakukan kehendak fikiran
4.      Sikap, yaitu kecenderungan menusia untuk berkembang secara individual
5.      Informasi, yaitu kemampuan mengingat sesuatu yang disampaikan padanya

D.    H.L.B. Moody
Tujuan pengajaran yang khas sastra adalah yang dikemukakan oleh Moody, tetapi juga harus diketahui, bahwa yag dimaksud disinii adalah drama naskah bukan drama pentas. Apa yang disebutkan oleh Moody disini hanya meliputi kawasan afektif dan kognitif yaitu :
1.      Informasi, yaitu informasi memadai tentang apa itu drama, unsure yang membangun, siapa pengarang, kapan dikarang, dan sebagainya.
2.      Konsep, yang dimaksud konsep disini adalah pengertian-pengertian pokok tentang suatu hal konsep-konsep tentang aliran drama, macam-macam drama, apa yang disebut komedi, tragedi, tragekomedi, dan sebagainya.
3.      Perspektif, yaitu kemampuan untuk memandang drama menurut perspektif fikiran siswa. Di dalamnya terdapatevaluasi kognitif dan unsure penghargaan yang termasuk apresiasi.
4.      Apresiasi, yaitu pemahaman, penghayatan, penikmatan, dan penghargaan terhadap drama.

MAKALAH BK TENTANG PSIKOLOGI

PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PESERTA DIDIK

A. PENGERTIAN
Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati.
B. TEORI PERKEMBANGAN
4 pendekatan perkembangan meliputi :Kognitif, Belajar lingkungan, Etologi dan Imam Al-  Ghazali :
1. Pendekatan kognitif
a. Model dari Piaget
1. Sensomotoris 1-2 tahun pengetahuan dengan interaksi fisik.
2. Praoperasional 2 – 6 tahun menggunakan symbol-simbol.
3. Operasi konkret 6-11 tahun memecahkan masalah secara logis.
4. Operasi formal 11tahun operasi mental tingkat tinggi.
b. Model pemrosesan informasi.
Input (lingkungan dan rangsangan), Proses (mengolah dan menyusun informasi), output (tingkah laku).
c. Model Kognisi sosial kebudayaan menentukan perkembangan.

2. Pendekatan belajar atau lingkungan
    Perubahan tingkah lagu karena proses pengkondisian dan pembelajaran,Skinner membagi dua :
  1. Respondent Behavior : adanya tingkah laku karena reflek akibat adanya rangsangan dapat berupa respon fisik dan respon emosional.
  2. Operand Behavior : tingka laku sukarela krena dampak atau konsekuensi. Yang baik menyenangkan akan cenderung diulang dn yan tidak menyenangkan ditinggal.
3. Pendekatan etologi
Tingkah laku muncul karena bawaan (genetis).
4. Pendekatan Imam Al Gazhali.

C. CIRI- CIRI PERKEMBANGAN
-  Menghalami perubahan fisik dan psikis
-  Perubahan proporsi fisik dan psikis
- 
Hilangnya tanda-tanda lama fisik dan psikis
-  Timbulnya tanda tanda baru aspek fisik dan psikis

D. PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
-  Perkembangan proses yang tidak pernah berhenti
-  Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
-  Perkembangan mengikuti pola dan arah tertentu
-  Perkembangan terjadi dalam tempo berlainan
-  Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
-  Setiap individu yang normal mengalami fase perkembangan.

Arah perkembangan menurut Yelon dan Weinstein
  1. Cephalocaudal 7 proximal distal: Dari kepala ke kaki (Cepphlocaudal) Dari tengan ke pinggir (proximal distal).
  1. Struktur mendahului fungsi.

E. FASE PERKEMBANGAN
Fase perkembangan menurut Freud :
1. Fase oral : 0 – 1 tahun terfokus pada fungsi mulut).
2. Fase anal : 1 -3 tahun terfokus fungsi eliminatif (pembuangan kotoran).
3. Fase Phalis : 3 – 5 tahun.
4. Fase latent : 5 – 12/13 tahun.
5. Fase pubertas : 12.13 tahun – 20 tahn.
6. Fase genetal : kematangan.
a. Analisis Biologis
1) Aristoteles
§  Tahap I : 0 – 7 tahun masa anak kecil/bermain
§  Tahap II : 7 – 14 tahun masa anak/masa sekolah rendah
§  Tahap III : 14-21 tahun remaja/pubertas (peralihan anak menjadi dewasa).
2) Krestmer
§  Tahap I : 0 – 3 tahun masa fulung (pengisian) tampak pendek & gemuk
§  Tahap II : 3- 7 tahun masa Streckung (rentangan) tampak langsing & panjang
§  Tahap III : 7-13 tahun Fulung II tampak pendek dan gemuk
§  Tahap IV : 13-20 tahun Streckung tampak langsing
3) Elizabeth Hurlock
§  Tahap I : konsepsi/Prenatal, 280 hari dalam kandungan
§  Tahap II : 10 – 14 hari masa orok/infancy
§   Tahap III : 2 minggu – 2tahun Babyhood
§  Tahap IV : 2 – 11 Childhood
§  Tahap V : 11-21tahun masa Adolesence/ puberty, 11-13 pre adolescence,16-17 tahun early adolescence, late adolescence
b. Bedasar didaktis
1) Commenius
§  Tahap I : 0 – 6 tahun scola materna (sekolah ibu)
§  Tahap II : 6-12 tahun scola vernaculan (sekolah bahasa ibu)
§  Tahap III : 12-18 tahun scola latina (sekolah latin)
§  Tahap IV : 18-24 akademika
2) Rosssesau
§  Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan
§  Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamni dan panca indera
§  Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal
§  Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama
c. Berdasar psikologis
1. Masa kegoncangan 1 : 4 tahun
2. Masa Kegoncangan 2 : 17 tahun
Dari 2 masa tersebut dijabarkan:
- masa kanak-kanak 0-4
- masa keserasion sekolah 4 – 17
- masa kematangan >17.

Fase perkembangan kaitannya dengan proses belajar mengajar.
- Masa pra sekolah : 0 – 6 tahun (masa vital(Freud :masa oral)& masa estetik
- Masa sekolah dasar : 6 – 12 tahun (masa kelas rendah dan kelas tinggi)
- Masa sekolah menengah : 12 – 18 tahun( pra remaja dan remaja)
- Masa Mahasiswa : 18 – 25 tahun (remaja akhir-dewasa)
F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPEGARUHI PERKEMBANGAN
1.      Keturunan
2.      Lingkungan ( fungsi Keluarga, hubungan orang tua, social ekonomi , sekolah/pendidikan, dan teman sebaya)
G. TUGAS-TUGAS PERKEMBAGAN
1. Tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak-kanak 0- 6 tahun
Belajar :
Berjalan, berbicara, makan, mengenal perbedaan pria wanita, kestabilan jasmani, memebentuk konsep, hubungan emosional dengan orang tua, mengadakan hubungan baik dan buruk.
2. Tugas perkembangan pada masa sekolah 6 – 12 tahun
Belajar:
Ketrampilan fisik, sikap sehat, bergaul, eksistensi diri, membaca, menulis,berhitung, mengembangkan konsep sehari-hari, mengembangkan kata hati, memperoleh kebebasan pribadi, mengembangkan sikap positif terhadp kelompok sosisal.
3. Tugas perkembangan masa remaja
Menurut Wiliam Kay.
- Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya
- Mencapai kemandirian emosional
-
Belajar bergaul secara individula dan kelompok (komunikasi minterpersonal)
- Menemukan idola
- Menerima keadaan dirinya dan percaya diri
- Memperkuat pengendalian diri
- Mampu meninggalkan sifat kekanak-kanakan
Menurut Luella Cole.
- Kematangan emosional
- Pemantapan minat heteroseksual
- Kematangan sosial
- Rmansipasi dari kontrol keluarga
- Memilih pekerjaan/karir
- Menggunakan waktu senggang secara tepat
- Memiliki filsafat hidup
- Identifikasi diri
menurut Havigrus.
- Mencapai hubungan lebih matang dengan teman sebaya
- Mencapai peran sosial wanita atau pria
- Menerima keadaan fisik dan menggunkan secara efektif
- Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
- Mencapai jaminan kemandirian ekonomi
- Memilih dan mempersiapkan karir
- Mempersipakan pernikahan dan hidup keluarga
- Mengembangkan ketrampilan intelektual
- Mencapai tingkah laku yang bertangung jawab secara sosial
- Memperoleh seperangkat nilai dan norma dalam bertingkah laku
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
H. PERAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS PERKEMBANGAN
1. Pencapaian tugas perkembangan melalui kelompok teman sebaya
2.
Mencapai perkembangan kemandirian pribad
3. Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME
I. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN
1. Perkembangan Fisik (Syaraf, Otot, Kelenjar Endokrin, Struktur fisik )
2. Perkembangan Intelegensi
3. Perkembangan Emosi
4. Perkembangan BahasaPerkembangan Sosial
5. Perkembangan Kepribadian
6. Perkembangan Moral
7. Perkembangan Kesadaran beragama
J. TIPOLOGI KEPRIBADIAN
a. Tipologi physis
1. Hipocrates – Galenus
- Sangui (darah) ”Sanguinis” :Ekspansif, lincah, riang, tidak mudah putus asa,   murah senyum dll . Filosofi api : panas.
- Flegma(lympha) ”Flegmatis”:Plastis, tenang, dingin, sabar, tidak mudah   terpengaruh dll. Filosofi udara :        dingin.
- Choleri (empedu kuning)” Choleris” : garang, lekas marah, mudah tersinggung, pendendam, serius dll. Filosofi tanah : kering.
- Melanchole (empedu hitam) “melancholis”: Kaku, muram penakut, pesimis dll. Filosofi air : basah.

2. Menurut Sigaud
- Motorik “muskuler” : badanya serba panjang,berspir dan bersudut
- Pernafasan”respiratoris”: wajah lebar dan dada membusung
- Pencernaan “digestif”: perut besar dan pinggangnya lebar
- Susunan syaraf sentral “ sebral” : langsing, tulang tengkoraknya atas lebar
3. Menurut Kretschmer
jasmani
- Piknis        : badan serba bulat, pendek, gendut, bundar, berlemak, dada berisi
- Asthenis    : badan langsing, serba panjang, dada rata, kepala kecil, wajah sempit
- Atletis       : campuran piknis dan asthenis
- Desplastis : bentuk badan tinggi dan besar atau kecil dan pendek
Psikis
- Schizothim (sukar bergaul, egoistis, tidak banyak kawan)
- Cylothim (mudah bergaul, banyak teman)
4. Menurut Wiliam Sheldon
struktur fisik
-Komponen jasmani primer.
  Endomorphhy : gemuk, lembut berat badan rendah
  Mesomorphy : kokoh kuat ototnya bersegi segi dan tahan saki
  Ectomorphy : jangkung, dada pipih, ototnya tida kelihatan
- Komponen jasamani sekunder.
   Dysplasia : ketidak selarasan bentuk tubuh
   Gynandromorphy : tubuh lembut, pinggul besar dan sifat kewanitaan
   Texture : tampan
Analisa kepribadian
Viscertonia :
rileks, suka hiburan, gemar makan-makan,membutuhkan orang lain, tidurnya nyenyak (ekstrovet).
Somatotonia :
gagah, perkasa, terus terang,kebutuhan geraknya besar.

Cerebrotonia :
ragu-ragu, kurang gagah, reaksinya cepat, tidak berani bicara di depan umum, suka mengasingkan diri (introvet).
b. Tipologi Psikhis
1. Heymans
-  Emosional : cepat memihak, fantasinya kuat, mudah marah, senang sensasi
-  Aktivitas : suka bekerja, mudah bertindak, banyak hobi, tidak mudah putus asa,
-  Fungsi sekunder : betah dirumah, taat adat, setia, konsekwen, besar berterima     kasih
2, Ewald
- Penerimaan rangsang
- Penyimpan kesan
- Pengolahan rangsang
- Reaksi balik dari rangsang
3. Tipologi George Kerchenteiner
- Kekuatan kemauan
- Katajaman pendapat
- Kepekaan yang halus dalam perasaan
- Aufwulbarkait (lama mendalami getaran jiwa)
4. Tipologi Plato
- Fikiran kedudukan di kepala sumber kebijaksanaan
- Kemauan kedudukan di dada sumber keberanian
- Perasaan, kedudukan dalam tubuh bagian bawah sumber menahan hawa nafsu
5. Tipologi Querrat
- Cognisi (mengenal) ”ahli fikir”
- Emosi (merasa) ”ahli rasa”

- Conasi (menghendaki) ” ahli bertindak”
c. Tipologi Budaya
1. Riesman
- Kepribadian ditentukan Tradisi
- Kepribadian dipimpin Rohaninya

- Kepribadian ditentukan atas norma yang dikemukakan orang lain
2. E. Spranger
- Ekonomi : suka bekerja, agak kikir, mencari dan bangga dengan harta
- Politik: ingin berkuasa, menguasai orang lain, tidak mencintai kebenaran
- Sosial : senang berkorban, pandai bergaul
- Ilmu Pengetahuan : senang membaca, serba ingin tahu, gemar berfikir
- Kesenian : gemar mencipta , senang keindahan, hidup bersahaja
- Agama : senang memuja, hidupnya untuk Tuhan dan akhirat
3. W dan E Yaensash
Dasar penggolongan
- Geologis
- Tubuh
sehingga dibedakan 2 tipe kepribadian :
- Tetanoide : muka pucat, selalu sedih, matanya kecil, pendiam, segala sesuatu dipandang berat
- Basedowide : wajah mudah berubah, mukanya lebar, mudah bergaul, matanya hidup, banyak berpendapat

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More