PERKEMBANGAN
PSIKOLOGI PESERTA DIDIK
A.
PENGERTIAN
Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang
mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan
individu dari mulai masa konsepsi sampai mati.
B. TEORI PERKEMBANGAN
4 pendekatan perkembangan meliputi
:Kognitif, Belajar lingkungan, Etologi dan Imam Al- Ghazali :
1. Pendekatan kognitif
a. Model dari Piaget
1. Sensomotoris
1-2 tahun pengetahuan dengan interaksi fisik.
2.
Praoperasional 2 – 6 tahun menggunakan symbol-simbol.
3. Operasi
konkret 6-11 tahun memecahkan masalah secara logis.
4. Operasi
formal 11tahun operasi mental tingkat tinggi.
b. Model pemrosesan informasi.
Input
(lingkungan dan rangsangan), Proses (mengolah dan menyusun informasi), output
(tingkah laku).
c. Model Kognisi sosial kebudayaan menentukan
perkembangan.
2. Pendekatan belajar atau lingkungan
Perubahan
tingkah lagu karena proses pengkondisian dan pembelajaran,Skinner membagi dua :
- Respondent Behavior : adanya
tingkah laku karena reflek akibat adanya rangsangan dapat berupa respon
fisik dan respon emosional.
- Operand Behavior : tingka laku
sukarela krena dampak atau konsekuensi. Yang baik menyenangkan akan
cenderung diulang dn yan tidak menyenangkan ditinggal.
3.
Pendekatan etologi
Tingkah
laku muncul karena bawaan (genetis).
4.
Pendekatan Imam Al Gazhali.
C. CIRI-
CIRI PERKEMBANGAN
- Menghalami perubahan fisik dan psikis
- Perubahan proporsi fisik dan psikis
- Hilangnya tanda-tanda lama fisik dan
psikis
- Timbulnya tanda tanda baru aspek fisik
dan psikis
D.
PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
- Perkembangan proses yang tidak pernah
berhenti
- Semua aspek perkembangan saling
mempengaruhi
- Perkembangan mengikuti pola dan arah tertentu
- Perkembangan terjadi dalam tempo berlainan
- Setiap fase perkembangan mempunyai
ciri khas
- Setiap individu yang normal mengalami
fase perkembangan.
Arah
perkembangan menurut Yelon dan Weinstein
- Cephalocaudal 7 proximal
distal: Dari kepala ke kaki (Cepphlocaudal) Dari tengan ke pinggir
(proximal distal).
- Struktur mendahului fungsi.
E. FASE PERKEMBANGAN
Fase
perkembangan menurut Freud :
1. Fase
oral : 0 – 1 tahun terfokus pada fungsi mulut).
2. Fase anal : 1 -3 tahun terfokus fungsi eliminatif (pembuangan kotoran).
3. Fase Phalis : 3 – 5 tahun.
4. Fase latent : 5 – 12/13 tahun.
5. Fase
pubertas : 12.13 tahun – 20 tahn.
6. Fase genetal
: kematangan.
a. Analisis Biologis
1) Aristoteles
§ Tahap I : 0 – 7
tahun masa anak kecil/bermain
§ Tahap II : 7 –
14 tahun masa anak/masa sekolah rendah
§ Tahap III : 14-21
tahun remaja/pubertas (peralihan anak menjadi dewasa).
2) Krestmer
§ Tahap I : 0 – 3
tahun masa fulung (pengisian) tampak pendek & gemuk
§ Tahap II : 3- 7
tahun masa Streckung (rentangan) tampak langsing & panjang
§ Tahap III : 7-13 tahun Fulung II
tampak pendek dan gemuk
§ Tahap IV : 13-20 tahun Streckung
tampak langsing
3) Elizabeth Hurlock
§ Tahap I : konsepsi/Prenatal, 280
hari dalam kandungan
§ Tahap II : 10 – 14 hari masa
orok/infancy
§ Tahap III : 2 minggu – 2tahun Babyhood
§ Tahap IV : 2 – 11 Childhood
§ Tahap V : 11-21tahun masa
Adolesence/ puberty, 11-13 pre adolescence,16-17 tahun early adolescence, late
adolescence
b. Bedasar
didaktis
1) Commenius
§ Tahap I : 0 – 6
tahun scola materna (sekolah ibu)
§ Tahap II : 6-12
tahun scola vernaculan (sekolah bahasa ibu)
§ Tahap III :
12-18 tahun scola latina (sekolah latin)
§ Tahap IV :
18-24 akademika
2) Rosssesau
§ Tahap I : 0 – 2
tahun usia asuhan
§ Tahap II : 2-12
tahun masa pendidikan jasamni dan panca indera
§ Tahap III :
12-15 tahun pendidikan akal
§ Tahap IV :
15-20 tahun pendidikan watak dan agama
c. Berdasar psikologis
1. Masa kegoncangan 1 : 4 tahun
2. Masa Kegoncangan 2 : 17 tahun
Dari 2 masa
tersebut dijabarkan:
- masa
kanak-kanak 0-4
- masa
keserasion sekolah 4 – 17
- masa
kematangan >17.
Fase perkembangan kaitannya dengan proses belajar
mengajar.
- Masa pra sekolah : 0 – 6 tahun (masa vital(Freud :masa
oral)& masa estetik
- Masa sekolah
dasar : 6 – 12 tahun (masa kelas rendah dan kelas tinggi)
- Masa sekolah menengah
: 12 – 18 tahun( pra remaja dan remaja)
- Masa
Mahasiswa : 18 – 25 tahun (remaja akhir-dewasa)
F.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPEGARUHI PERKEMBANGAN
1. Keturunan
2. Lingkungan
( fungsi Keluarga, hubungan orang tua, social ekonomi , sekolah/pendidikan, dan
teman sebaya)
G. TUGAS-TUGAS PERKEMBAGAN
1. Tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak-kanak 0- 6
tahun
Belajar :
Berjalan, berbicara, makan, mengenal perbedaan pria wanita, kestabilan jasmani,
memebentuk konsep, hubungan emosional dengan orang tua, mengadakan hubungan
baik dan buruk.
2. Tugas perkembangan pada masa sekolah 6 – 12 tahun
Belajar:
Ketrampilan fisik, sikap sehat, bergaul, eksistensi diri, membaca,
menulis,berhitung, mengembangkan konsep sehari-hari, mengembangkan kata hati,
memperoleh kebebasan pribadi, mengembangkan sikap positif terhadp kelompok
sosisal.
3. Tugas perkembangan masa remaja
Menurut Wiliam Kay.
- Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya
- Mencapai
kemandirian emosional
- Belajar bergaul secara
individula dan kelompok (komunikasi minterpersonal)
- Menemukan idola
- Menerima
keadaan dirinya dan percaya diri
- Memperkuat
pengendalian diri
- Mampu
meninggalkan sifat kekanak-kanakan
Menurut Luella Cole.
- Kematangan emosional
- Pemantapan
minat heteroseksual
- Kematangan
sosial
- Rmansipasi
dari kontrol keluarga
- Memilih
pekerjaan/karir
- Menggunakan
waktu senggang secara tepat
- Memiliki
filsafat hidup
- Identifikasi
diri
menurut Havigrus.
- Mencapai hubungan lebih matang dengan teman sebaya
- Mencapai
peran sosial wanita atau pria
- Menerima
keadaan fisik dan menggunkan secara efektif
- Mencapai
kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
- Mencapai
jaminan kemandirian ekonomi
- Memilih dan
mempersiapkan karir
- Mempersipakan
pernikahan dan hidup keluarga
- Mengembangkan
ketrampilan intelektual
- Mencapai
tingkah laku yang bertangung jawab secara sosial
- Memperoleh
seperangkat nilai dan norma dalam bertingkah laku
- Beriman dan
bertaqwa kepada Tuhan YME
H. PERAN
SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS PERKEMBANGAN
1. Pencapaian tugas perkembangan melalui kelompok teman
sebaya
2. Mencapai perkembangan kemandirian pribad
3. Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME
I. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN
1. Perkembangan Fisik (Syaraf, Otot, Kelenjar Endokrin,
Struktur fisik )
2. Perkembangan Intelegensi
3. Perkembangan Emosi
4. Perkembangan BahasaPerkembangan Sosial
5. Perkembangan Kepribadian
6. Perkembangan Moral
7. Perkembangan Kesadaran beragama
J. TIPOLOGI
KEPRIBADIAN
a. Tipologi physis
1. Hipocrates – Galenus
- Sangui (darah) ”Sanguinis” :Ekspansif, lincah, riang,
tidak mudah putus asa, murah senyum dll
. Filosofi api : panas.
- Flegma(lympha) ”Flegmatis”:Plastis, tenang, dingin, sabar, tidak mudah terpengaruh dll. Filosofi udara : dingin.
- Choleri (empedu kuning)” Choleris” : garang, lekas marah, mudah tersinggung,
pendendam, serius dll. Filosofi tanah : kering.
- Melanchole (empedu hitam) “melancholis”: Kaku, muram penakut, pesimis dll.
Filosofi air : basah.
2. Menurut
Sigaud
- Motorik
“muskuler” : badanya serba panjang,berspir dan bersudut
- Pernafasan”respiratoris”: wajah lebar dan dada membusung
- Pencernaan “digestif”: perut besar dan pinggangnya lebar
- Susunan syaraf sentral “ sebral” : langsing, tulang tengkoraknya atas lebar
3. Menurut
Kretschmer
jasmani
- Piknis : badan serba bulat, pendek, gendut,
bundar, berlemak, dada berisi
- Asthenis : badan langsing, serba panjang, dada rata,
kepala kecil, wajah sempit
- Atletis : campuran piknis dan
asthenis
- Desplastis : bentuk badan tinggi dan besar atau kecil dan pendek
Psikis
- Schizothim
(sukar bergaul, egoistis, tidak banyak kawan)
- Cylothim (mudah bergaul, banyak teman)
4. Menurut
Wiliam Sheldon
struktur
fisik
-Komponen jasmani primer.
Endomorphhy
: gemuk, lembut berat badan rendah
Mesomorphy : kokoh kuat ototnya bersegi segi dan tahan saki
Ectomorphy : jangkung, dada pipih, ototnya tida kelihatan
- Komponen jasamani sekunder.
Dysplasia : ketidak selarasan bentuk tubuh
Gynandromorphy
: tubuh lembut, pinggul besar dan sifat kewanitaan
Texture : tampan
Analisa kepribadian
Viscertonia :
rileks, suka hiburan, gemar makan-makan,membutuhkan orang
lain, tidurnya nyenyak (ekstrovet).
Somatotonia :
gagah, perkasa, terus terang,kebutuhan geraknya besar.
Cerebrotonia :
ragu-ragu, kurang gagah, reaksinya cepat, tidak berani bicara di depan umum,
suka mengasingkan diri (introvet).
b. Tipologi Psikhis
1. Heymans
- Emosional :
cepat memihak, fantasinya kuat, mudah marah, senang sensasi
- Aktivitas : suka bekerja, mudah bertindak,
banyak hobi, tidak mudah putus asa,
- Fungsi sekunder : betah dirumah, taat adat,
setia, konsekwen, besar berterima kasih
2, Ewald
- Penerimaan rangsang
- Penyimpan
kesan
- Pengolahan
rangsang
- Reaksi balik
dari rangsang
3. Tipologi George Kerchenteiner
- Kekuatan kemauan
- Katajaman
pendapat
- Kepekaan yang
halus dalam perasaan
- Aufwulbarkait
(lama mendalami getaran jiwa)
4. Tipologi Plato
- Fikiran kedudukan di kepala sumber kebijaksanaan
- Kemauan kedudukan
di dada sumber keberanian
- Perasaan,
kedudukan dalam tubuh bagian bawah sumber menahan hawa nafsu
5. Tipologi Querrat
- Cognisi (mengenal) ”ahli fikir”
- Emosi (merasa) ”ahli rasa”
- Conasi
(menghendaki) ” ahli bertindak”
c. Tipologi Budaya
1. Riesman
- Kepribadian ditentukan Tradisi
- Kepribadian dipimpin Rohaninya
- Kepribadian
ditentukan atas norma yang dikemukakan orang lain
2. E. Spranger
- Ekonomi : suka bekerja, agak kikir, mencari dan bangga
dengan harta
- Politik:
ingin berkuasa, menguasai orang lain, tidak mencintai kebenaran
- Sosial :
senang berkorban, pandai bergaul
- Ilmu
Pengetahuan : senang membaca, serba ingin tahu, gemar berfikir
- Kesenian : gemar mencipta , senang keindahan, hidup bersahaja
- Agama :
senang memuja, hidupnya untuk Tuhan dan akhirat
3. W dan E
Yaensash
Dasar
penggolongan
- Geologis
- Tubuh
sehingga
dibedakan 2 tipe kepribadian :
- Tetanoide : muka pucat, selalu
sedih, matanya kecil, pendiam, segala sesuatu dipandang berat
- Basedowide : wajah mudah berubah,
mukanya lebar, mudah bergaul, matanya hidup, banyak berpendapat