This is default featured post 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured post 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Tampilkan postingan dengan label Bimbingan dan Konseling. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bimbingan dan Konseling. Tampilkan semua postingan

Selasa, 10 Juli 2012

MAKALAH BIMBINGAN KONSELING #2

BAB I
PENDAHULUAN
Tujuan pendidikan mensyaratkan perkembangan kemampuan siswa secara Optimal, dengan kemampuan untuk berkreasi, mandiri, bertanggung jawab dan dapat memecahkan masalah yang dihadapi. Sebagai individu, siswa memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Kenyataan yang dihadapi, tidak semua siswa menyadari potensi yang dimiliki untuk kemudian memahami dan mengembangkannya. Disisi lain sebagai individu yang berinterksi dengan lingkungan, siswa juga tidak dapat lepas dari masalah.
Menyadari hal di atas siswa perlu bantuan dan bimbingan orang lain agar dapat berindak dengan tepat sesuai dengan potensi yang ada pada dirinya. Sekolah sebagai institusi pendidikan tidak hanya berfungsi memberikan pengetahuan tetapi juga mengembangkan kesluruhan kepribadian anak. Sebagai profesional guru memegang peran penting dalam membantu murid mengembangkan seluruh aspek kepribadian dan lingkungannya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertiam Bimbingan dan Konseling
Beberapa pengertian bimbingan diantaranya:
- Jones: guidance is the help given by one person to another in making choice and justment and in solving problems. Pengertian ini mengandung maksud bahwa pembimbing hanya bertugas membantu agar individu mampu membantu dirinya sendiri dan keputusan terakhir tergantung pada individu yang bersangkutan.
- Rochman Natawidjaja: bimbingan adalah proses pemberian bantuan kepada individu yang dilakukan secara berkesinambungan. Supaya individu dapat memahami dirinya dan dapat bertindak wajar sesuai dengan tuntutan dan keadaan keluarga serta masyarakat.
- Bimo Walgito: bimbingan adalah bantuan atau pertolongan yang diberikan kepada individu atau sekumpulan individu dalam menghindari atau mengatasi kesulitan di dalam kehidupannya agar dapat menyesuaikan kesejahteraan hidupnya.

SILABUS BIMBINGAN DAN KONSELING

Kompetensi dasar mata kuliah Bimbingan Konseling ini adalah :
  1. Membantu mahasiswa memperoleh wawasan yang komprehensif mengenai landasan (dasar pijakan) keberadaan bimbingan dan konseling.
  2. Mahasiswa mampu mengedepankan paradigma berpikir dalam mempersepsi masalah-masalah yang terjadi dilapangan.
  3. Mahasiswa mampu mengaplikasikan ilmu Bimbingan Konseling dalam membantu individu memahami dirinya sendiri.
Pokok bahasan Bimbingan Konseling (BK) yang nantinya akan disampaikan di lokal PAI Extension semester IV ini adalah :
  • Makalah konsep dasar bimbingan dan konseling BK
  • Makalah Landasan historis perkembangan bimbingan dan konseling BK
  • Makalah Landasan filosofis bimbingan dan konseling BK
  • Makalah Sosial budaya sebagai landasan timbulnya kebutuhan bimbingan dan konseling BK
  • Makalah religius sebagai landasan timbulnya bimbingan dan konseling BK
  • Makalah latar belakang timbulnya bimbingan dan konseling BK di sekolah
  • Makalah program bimbingan dan konseling BK yang komprehensif dan kualitas pribadi konselor
  • Makalah peranan guru dalam pelaksanaan bimbingan dan konseling BK di sekolah
  • Makalah penyusunan program bimbingan dan konseling BK di sekolah dasar (SD)
  • Makalah penyusunan program bimbingan dan konseling BK di sekolah menengah pertama (SMP)
  • Makalah penyusunan program bimbingan dan konseling BK di sekolah menengah atas (SMA)
  • Makalah penyusunan program bimbingan dan konseling BK di perguruan tinggi (PT)
Referensi :
Yusuf Gunawan, Pengantar Bimbingan Konseling, Jakarta: PT. Perhelindo, 2004.
Richard Hill Byrne, Guidance a Behavioral Approach, New Jersey, 1997.
Ahmad Badawi, Bimbingan dan Konseling disekolah, Jogja: Pustaka Pelajar, 1998.
Samsi Yusuf, LN dan Juntika Nur Ikhsan, Landasan Bimbingan dan Konseling, Bandung: Rosda Karya, 2006.
Dewa Ketut Supardi dan Desak P.E Nila Kesuma Wati, Proses bimbingan dan konseling di sekoah, Jakarta: Prineka Cipta, 2008.

MAKALAH FUNGSI BIMBINGAN DI SEKOLAH

BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang Masalah
Bimbingan dan konseling merupakan kegiatan yang bersumber pada kehidupan manusia. Kenyataan menunjukkan bahwa manusia di dalam kehidupannya menghadapi persoalan-persoalan yang silih berganti.. Manusia tidak sama satu dengan yang lain, baik dalam sifat maupun kemampuannya. Ada manusia yang sanggup mengatasi persoalan tanpa bantuan pihak lain, tetapi tidak sedikit manusia yang tidak mampu mengatasi persoalan bila tidak dibantu orang lain. Khususnya bagi yang terakhir inilah bimbingan dan konseling diperlukan.
Pada pelaksanaan bimbingan dan konseling di Sekolah guru memiliki perananan yang sangat penting karena guru merupakan sumber yang sangat menguasai informasi tentang keadaan siswa. Di dalam melakukan bimbingan dan konseling, kerja sama konselor dengan personel lain di sekolah

Senin, 09 Juli 2012

MAKALAH BK TENTANG PSIKOLOGI

PERKEMBANGAN PSIKOLOGI PESERTA DIDIK

A. PENGERTIAN
Psikologi perkembangan merupakan cabang psikologi yang mempelajari perubahan tingkah laku dan kemampuan sepanjang proses perkembangan individu dari mulai masa konsepsi sampai mati.
B. TEORI PERKEMBANGAN
4 pendekatan perkembangan meliputi :Kognitif, Belajar lingkungan, Etologi dan Imam Al-  Ghazali :
1. Pendekatan kognitif
a. Model dari Piaget
1. Sensomotoris 1-2 tahun pengetahuan dengan interaksi fisik.
2. Praoperasional 2 – 6 tahun menggunakan symbol-simbol.
3. Operasi konkret 6-11 tahun memecahkan masalah secara logis.
4. Operasi formal 11tahun operasi mental tingkat tinggi.
b. Model pemrosesan informasi.
Input (lingkungan dan rangsangan), Proses (mengolah dan menyusun informasi), output (tingkah laku).
c. Model Kognisi sosial kebudayaan menentukan perkembangan.

2. Pendekatan belajar atau lingkungan
    Perubahan tingkah lagu karena proses pengkondisian dan pembelajaran,Skinner membagi dua :
  1. Respondent Behavior : adanya tingkah laku karena reflek akibat adanya rangsangan dapat berupa respon fisik dan respon emosional.
  2. Operand Behavior : tingka laku sukarela krena dampak atau konsekuensi. Yang baik menyenangkan akan cenderung diulang dn yan tidak menyenangkan ditinggal.
3. Pendekatan etologi
Tingkah laku muncul karena bawaan (genetis).
4. Pendekatan Imam Al Gazhali.

C. CIRI- CIRI PERKEMBANGAN
-  Menghalami perubahan fisik dan psikis
-  Perubahan proporsi fisik dan psikis
Hilangnya tanda-tanda lama fisik dan psikis
-  Timbulnya tanda tanda baru aspek fisik dan psikis

D. PRINSIP-PRINSIP PERKEMBANGAN
-  Perkembangan proses yang tidak pernah berhenti
-  Semua aspek perkembangan saling mempengaruhi
-  Perkembangan mengikuti pola dan arah tertentu
-  Perkembangan terjadi dalam tempo berlainan
-  Setiap fase perkembangan mempunyai ciri khas
-  Setiap individu yang normal mengalami fase perkembangan.

Arah perkembangan menurut Yelon dan Weinstein
  1. Cephalocaudal 7 proximal distal: Dari kepala ke kaki (Cepphlocaudal) Dari tengan ke pinggir (proximal distal).
  1. Struktur mendahului fungsi.

E. FASE PERKEMBANGAN
Fase perkembangan menurut Freud :
1. Fase oral : 0 – 1 tahun terfokus pada fungsi mulut).
2. Fase anal : 1 -3 tahun terfokus fungsi eliminatif (pembuangan kotoran).
3. Fase Phalis : 3 – 5 tahun.
4. Fase latent : 5 – 12/13 tahun.
5. Fase pubertas : 12.13 tahun – 20 tahn.
6. Fase genetal : kematangan.
a. Analisis Biologis
1) Aristoteles
§  Tahap I : 0 – 7 tahun masa anak kecil/bermain
§  Tahap II : 7 – 14 tahun masa anak/masa sekolah rendah
§  Tahap III : 14-21 tahun remaja/pubertas (peralihan anak menjadi dewasa).
2) Krestmer
§  Tahap I : 0 – 3 tahun masa fulung (pengisian) tampak pendek & gemuk
§  Tahap II : 3- 7 tahun masa Streckung (rentangan) tampak langsing & panjang
§  Tahap III : 7-13 tahun Fulung II tampak pendek dan gemuk
§  Tahap IV : 13-20 tahun Streckung tampak langsing
3) Elizabeth Hurlock
§  Tahap I : konsepsi/Prenatal, 280 hari dalam kandungan
§  Tahap II : 10 – 14 hari masa orok/infancy
§   Tahap III : 2 minggu – 2tahun Babyhood
§  Tahap IV : 2 – 11 Childhood
§  Tahap V : 11-21tahun masa Adolesence/ puberty, 11-13 pre adolescence,16-17 tahun early adolescence, late adolescence
b. Bedasar didaktis
1) Commenius
§  Tahap I : 0 – 6 tahun scola materna (sekolah ibu)
§  Tahap II : 6-12 tahun scola vernaculan (sekolah bahasa ibu)
§  Tahap III : 12-18 tahun scola latina (sekolah latin)
§  Tahap IV : 18-24 akademika
2) Rosssesau
§  Tahap I : 0 – 2 tahun usia asuhan
§  Tahap II : 2-12 tahun masa pendidikan jasamni dan panca indera
§  Tahap III : 12-15 tahun pendidikan akal
§  Tahap IV : 15-20 tahun pendidikan watak dan agama
c. Berdasar psikologis
1. Masa kegoncangan 1 : 4 tahun
2. Masa Kegoncangan 2 : 17 tahun
Dari 2 masa tersebut dijabarkan:
- masa kanak-kanak 0-4
- masa keserasion sekolah 4 – 17
- masa kematangan >17.

Fase perkembangan kaitannya dengan proses belajar mengajar.
- Masa pra sekolah : 0 – 6 tahun (masa vital(Freud :masa oral)& masa estetik
- Masa sekolah dasar : 6 – 12 tahun (masa kelas rendah dan kelas tinggi)
- Masa sekolah menengah : 12 – 18 tahun( pra remaja dan remaja)
- Masa Mahasiswa : 18 – 25 tahun (remaja akhir-dewasa)
F. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPEGARUHI PERKEMBANGAN
1.      Keturunan
2.      Lingkungan ( fungsi Keluarga, hubungan orang tua, social ekonomi , sekolah/pendidikan, dan teman sebaya)
G. TUGAS-TUGAS PERKEMBAGAN
1. Tugas perkembangan pada usia bayi dan kanak-kanak 0- 6 tahun
Belajar :
Berjalan, berbicara, makan, mengenal perbedaan pria wanita, kestabilan jasmani, memebentuk konsep, hubungan emosional dengan orang tua, mengadakan hubungan baik dan buruk.
2. Tugas perkembangan pada masa sekolah 6 – 12 tahun
Belajar:
Ketrampilan fisik, sikap sehat, bergaul, eksistensi diri, membaca, menulis,berhitung, mengembangkan konsep sehari-hari, mengembangkan kata hati, memperoleh kebebasan pribadi, mengembangkan sikap positif terhadp kelompok sosisal.
3. Tugas perkembangan masa remaja
Menurut Wiliam Kay.
- Menerima fisiknya sendiri berikut keragaman kualitasnya
- Mencapai kemandirian emosional
-
Belajar bergaul secara individula dan kelompok (komunikasi minterpersonal)
- Menemukan idola
- Menerima keadaan dirinya dan percaya diri
- Memperkuat pengendalian diri
- Mampu meninggalkan sifat kekanak-kanakan
Menurut Luella Cole.
- Kematangan emosional
- Pemantapan minat heteroseksual
- Kematangan sosial
- Rmansipasi dari kontrol keluarga
- Memilih pekerjaan/karir
- Menggunakan waktu senggang secara tepat
- Memiliki filsafat hidup
- Identifikasi diri
menurut Havigrus.
- Mencapai hubungan lebih matang dengan teman sebaya
- Mencapai peran sosial wanita atau pria
- Menerima keadaan fisik dan menggunkan secara efektif
- Mencapai kemandirian emosional dari orang tua dan orang dewasa lainnya
- Mencapai jaminan kemandirian ekonomi
- Memilih dan mempersiapkan karir
- Mempersipakan pernikahan dan hidup keluarga
- Mengembangkan ketrampilan intelektual
- Mencapai tingkah laku yang bertangung jawab secara sosial
- Memperoleh seperangkat nilai dan norma dalam bertingkah laku
- Beriman dan bertaqwa kepada Tuhan YME
H. PERAN SEKOLAH DALAM MENGEMBANGKAN TUGAS PERKEMBANGAN
1. Pencapaian tugas perkembangan melalui kelompok teman sebaya
2.
Mencapai perkembangan kemandirian pribad
3. Pengembangan keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME
I. ASPEK-ASPEK PERKEMBANGAN
1. Perkembangan Fisik (Syaraf, Otot, Kelenjar Endokrin, Struktur fisik )
2. Perkembangan Intelegensi
3. Perkembangan Emosi
4. Perkembangan BahasaPerkembangan Sosial
5. Perkembangan Kepribadian
6. Perkembangan Moral
7. Perkembangan Kesadaran beragama
J. TIPOLOGI KEPRIBADIAN
a. Tipologi physis
1. Hipocrates – Galenus
- Sangui (darah) ”Sanguinis” :Ekspansif, lincah, riang, tidak mudah putus asa,   murah senyum dll . Filosofi api : panas.
- Flegma(lympha) ”Flegmatis”:Plastis, tenang, dingin, sabar, tidak mudah   terpengaruh dll. Filosofi udara :        dingin.
- Choleri (empedu kuning)” Choleris” : garang, lekas marah, mudah tersinggung, pendendam, serius dll. Filosofi tanah : kering.
- Melanchole (empedu hitam) “melancholis”: Kaku, muram penakut, pesimis dll. Filosofi air : basah.

2. Menurut Sigaud
- Motorik “muskuler” : badanya serba panjang,berspir dan bersudut
- Pernafasan”respiratoris”: wajah lebar dan dada membusung
- Pencernaan “digestif”: perut besar dan pinggangnya lebar
- Susunan syaraf sentral “ sebral” : langsing, tulang tengkoraknya atas lebar
3. Menurut Kretschmer
jasmani
- Piknis        : badan serba bulat, pendek, gendut, bundar, berlemak, dada berisi
- Asthenis    : badan langsing, serba panjang, dada rata, kepala kecil, wajah sempit
- Atletis       : campuran piknis dan asthenis
- Desplastis : bentuk badan tinggi dan besar atau kecil dan pendek
Psikis
- Schizothim (sukar bergaul, egoistis, tidak banyak kawan)
- Cylothim (mudah bergaul, banyak teman)
4. Menurut Wiliam Sheldon
struktur fisik
-Komponen jasmani primer.
  Endomorphhy : gemuk, lembut berat badan rendah
  Mesomorphy : kokoh kuat ototnya bersegi segi dan tahan saki
  Ectomorphy : jangkung, dada pipih, ototnya tida kelihatan
- Komponen jasamani sekunder.
   Dysplasia : ketidak selarasan bentuk tubuh
   Gynandromorphy : tubuh lembut, pinggul besar dan sifat kewanitaan
   Texture : tampan
Analisa kepribadian
Viscertonia :
rileks, suka hiburan, gemar makan-makan,membutuhkan orang lain, tidurnya nyenyak (ekstrovet).
Somatotonia :
gagah, perkasa, terus terang,kebutuhan geraknya besar.

Cerebrotonia :
ragu-ragu, kurang gagah, reaksinya cepat, tidak berani bicara di depan umum, suka mengasingkan diri (introvet).
b. Tipologi Psikhis
1. Heymans
-  Emosional : cepat memihak, fantasinya kuat, mudah marah, senang sensasi
-  Aktivitas : suka bekerja, mudah bertindak, banyak hobi, tidak mudah putus asa,
-  Fungsi sekunder : betah dirumah, taat adat, setia, konsekwen, besar berterima     kasih
2, Ewald
- Penerimaan rangsang
- Penyimpan kesan
- Pengolahan rangsang
- Reaksi balik dari rangsang
3. Tipologi George Kerchenteiner
- Kekuatan kemauan
- Katajaman pendapat
- Kepekaan yang halus dalam perasaan
- Aufwulbarkait (lama mendalami getaran jiwa)
4. Tipologi Plato
- Fikiran kedudukan di kepala sumber kebijaksanaan
- Kemauan kedudukan di dada sumber keberanian
- Perasaan, kedudukan dalam tubuh bagian bawah sumber menahan hawa nafsu
5. Tipologi Querrat
- Cognisi (mengenal) ”ahli fikir”
- Emosi (merasa) ”ahli rasa”

- Conasi (menghendaki) ” ahli bertindak”
c. Tipologi Budaya
1. Riesman
- Kepribadian ditentukan Tradisi
- Kepribadian dipimpin Rohaninya

- Kepribadian ditentukan atas norma yang dikemukakan orang lain
2. E. Spranger
- Ekonomi : suka bekerja, agak kikir, mencari dan bangga dengan harta
- Politik: ingin berkuasa, menguasai orang lain, tidak mencintai kebenaran
- Sosial : senang berkorban, pandai bergaul
- Ilmu Pengetahuan : senang membaca, serba ingin tahu, gemar berfikir
- Kesenian : gemar mencipta , senang keindahan, hidup bersahaja
- Agama : senang memuja, hidupnya untuk Tuhan dan akhirat
3. W dan E Yaensash
Dasar penggolongan
- Geologis
- Tubuh
sehingga dibedakan 2 tipe kepribadian :
- Tetanoide : muka pucat, selalu sedih, matanya kecil, pendiam, segala sesuatu dipandang berat
- Basedowide : wajah mudah berubah, mukanya lebar, mudah bergaul, matanya hidup, banyak berpendapat

Kamis, 28 Juni 2012

CONTOH MAKALAH FUNGSI BK DI SEKOLAH

FUNGSI DAN PERAN BK DISEKOLAH

Fungsi dan peran guru disekolah
  1. Bagi Siswa sebagai pendidik dan pembimbing.
  2. Bagi semua unsur yang terkait di sekolah sebagai katalisator, dinamisator dan konselor.
  3. Bersikap terbuka untuk bekerja sama dengan sesama Guru/rekan kerja.
  4. Berkemauan menyesuaikan diri dengan lingkungan secara positif.
  5. Berkemauan menangani masalah-masalah siswa.
  6. Berhasil menarik minat dan akrab dengan siswa.
  7. Berusaha senantiasa mengembangkan diri.

 Fungsi Bimbingan dan Konseling di SD

     Sugiyo dkk (1987:14) menyatakan bahwa ada tiga fungsi bimbingan dan konseling, yaitu:

a. Fungsi penyaluran ( distributif )
Fungsi penyaluran ialah fungsi bimbingan dalam membantu menyalurkan siswa-siswa dalam memilih program-program pendidikan yang ada di sekolah, memilih jurusan sekolah, memilih jenis sekolah sambungan ataupun lapangan kerja yang sesuai dengan bakat, minat, cita-cita dan ciri- ciri kepribadiannya. Di samping itu fungsi ini meliputi pula bantuan untuk memiliki kegiatan-kegiatan di sekolah antara lain membantu menempatkan anak dalam kelompok belajar, dan lain-lain.


b. Fungsi penyesuaian ( adjustif )
Fungsi penyesuaian ialah fungsi bimbingan dalam membantu siswa untuk memperoleh penyesuaian pribadi yang sehat. Dalam berbagai teknik bimbingan khususnya dalam teknik konseling, siswa dibantu menghadapi dan memecahkan masalah-masalah dan kesulitan-kesulitannya. Fungsi ini juga membantu siswa dalam usaha mengembangkan dirinya secara optimal.

c. Fungsi adaptasi ( adaptif )
Fungsi adaptasi ialah fungsi bimbingan dalam rangka membantu staf sekolah khususnya guru dalam mengadaptasikan program pengajaran dengan ciri khusus dan kebutuhan pribadi siswa-siswa. Dalam fungsi ini pembimbing menyampaikan data tentang ciri-ciri, kebutuhan minat dan kemampuan serta kesulitan-kesulitan siswa kepada guru. Dengan data ini guru berusaha untuk merencanakan pengalaman belajar bagi para siswanya. Sehingga para siswa memperoleh pengalaman belajar yang sesuai dengan bakat, cita-cita, kebutuhan dan minat (Sugiyo, 1987:14).

Peran Guru Kelas dalam Kegiatan BK di SD

    Implementasi kegiatan BK dalam pelaksanaan Kurikulum Berbasis Kompetensi sangat menentukan keberhasilan proses belajar-mengajar. Oleh karena itu peranan guru kelas dalam pelaksanaan kegiatan BK sangat penting dalam rangka mengefektifkan pencapaian tujuan pembelajaran yang dirumuskan.

Sardiman (2001:142) menyatakan bahwa ada sembilan peran guru dalam kegiatan BK, yaitu:


1.      Informator, guru diharapkan sebagai pelaksana cara mengajar informatif, laboratorium, studi lapangan, dan sumber informasi kegiatan akademik maupun umum.
2.      Organisator, guru sebagai pengelola kegiatan akademik, silabus, jadwal pelajaran dan lain-lain.
3.      Motivator, guru harus mampu merangsang dan memberikan dorongan serta reinforcement untuk mendinamisasikan potensi siswa, menumbuhkan swadaya (aktivitas) dan daya cipta (kreativitas) sehingga akan terjadi dinamika di dalam proses belajar-mengajar.
4.      Director, guru harus dapat membimbing dan mengarahkan kegiatan belajar siswa sesuai dengan tujuan yang dicita-citakan.
5.      Inisiator, guru sebagai pencetus ide dalam proses belajar-mengajar.
6.      Transmitter, guru bertindak selaku penyebar kebijaksanaan dalam pendidikan dan pengetahuan.
7.      Fasilitator, guru akan memberikan fasilitas atau kemudahan dalam proses belajar-mengajar.
8.      Mediator, guru sebagai penengah dalam kegiatan belajar siswa.
9.      Evaluator, guru mempunyai otoritas untuk menilai prestasi anak didik dalam bidang akademik maupun tingkah laku sosialnya, sehingga dapat menentukan bagaimana anak didiknya berhasil atau tidak.







 Fungsi dan Peran Bimbingan Konkeling Disekolah
Merupakan usaha membantu peserta didik dalam pengembangan kehidupan pribadi, kehidupan sosial, kegiatan belajar, serta perencanaan dan pengembangan karir. Pelayanan Bimbingan dan Konseling memfasilitasi pengembangan peserta didik, secara individual, kelompok dan atau klasikal, sesuai dengan kebutuhan, potensi, bakat, minat, perkembangan, kondisi, serta peluang-peluang yang dimiliki. Pelayanan ini juga membantu mengatasi kelemahan dan hambatan serta masalah yang dihadapi peserta didik.
Bidang Pelayanan Bimbingan dan Konseling :
-          Pengembangan kehidupan pribadi.
 yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami, menilai, dan mengembangkan potensi dan kecakapan, bakat dan minat, serta kondisi sesuai dengan karakteristik kepribadian dan kebutuhan dirinya secara realistik.
-          Pengembangan kehidupan social.
 yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai serta mengembangkan kemampuan hubungan sosial yang sehat dan efektif dengan teman sebaya, anggota keluarga, dan warga lingkungan sosial yang lebih luas.
-          Pengembangan kemampuan belajar.
 yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik mengembangkan kemampuan belajar dalam rangka mengikuti pendidikan sekolah/madrasah dan belajar secara mandiri.
-          Pengembangan karir.
yaitu bidang pelayanan yang membantu peserta didik dalam memahami dan menilai informasi, serta memilih dan mengambil keputusan karir.


Fungsi Bimbingan dan Konseling.
-          Pemahaman, yaitu untuk membantu peserta didik memahami diri dan lingkungannya.
-          Pencegahan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mampu mencegah atau menghindarkan diri dari berbagai permasalahan yang dapat menghambat perkembangan dirinya.
-          Pengentasan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik mengatasi masalah yang dialaminya.
-          Pemeliharaan dan pengembangan, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memelihara dan menumbuh-kembangkan berbagai potensi dan kondisi positif yang dimilikinya.
-          Advokasi, yaitu fungsi untuk membantu peserta didik memperoleh pembelaan atas hak dan atau kepentingannya yang kurang mendapat perhatian.
Prinsip dan Asas Bimbingan dan Konseling
Prinsip-prinsip Bimbingan dan Konseling berkenaan dengan sasaran layanan, permasalahan yang dialami peserta didik, program pelayanan, serta tujuan dan pelaksanaan pelayanan. Asas-asas Bimbingan dan Konseling meliputi asas kerahasiaan, kesukarelaan, keterbukaan, kegiatan, kemandirian, kekinian, kedinamisan, keterpaduan, kenormatifan, keahlian, alih tangan kasus, dan tut wuri handayani.
Jenis Layanan Bimbingan dan Konseling Orientasi
Yaitu layanan yang membantu peserta didik memahami lingkungan baru, terutama lingkungan sekolah/madrasah dan obyek-obyek yang dipelajari, untuk menyesuaikan diri serta mempermudah dan memperlancar peran peserta didik di lingkungan yang baru. Informasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menerima dan memahami berbagai informasi diri, sosial, belajar, karir/jabatan, dan pendidikan lanjutan.
Penempatan dan Penyaluran, yaitu layanan yang membantu peserta didik memperoleh penempatan dan penyaluran yang tepat di dalam kelas, kelompok belajar, jurusan/program studi, program latihan, magang, dan kegiatan ekstra kurikuler.
Penguasaan Konten, yaitu layanan yang membantu peserta didik menguasai konten tertentu, terumata kompetensi dan atau kebiasaan yang berguna dalam kehidupan di sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Bimbingan dan Konseling Perorangan, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam mengentaskan masalah pribadinya.
Bimbingan Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan hubungan sosial, kegiatan belajar, karir/jabatan, dan pengambilan keputusan, serta melakukan kegiatan tertentu melalui dinamika kelompok.
 Bimbingan dan Konseling Kelompok, yaitu layanan yang membantu peserta didik dalam pembahasan dan pengentasan masalah pribadi melalui dinamika kelompok.
Konsultasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik dan atau pihak lain dalam memperoleh wawasan, pemahaman, dan cara-cara yang perlu dilaksanakan dalam menangani kondisi dan atau masalah peserta didik. Mediasi, yaitu layanan yang membantu peserta didik menyelesaikan permasalahan dan memperbaiki hubungan antarmereka.
Kegiatan Pendukung Aplikasi Instrumentasi
Yaitu kegiatan mengumpulkan data tentang diri peserta didik dan lingkungannya, melalui aplikasi berbagai instrumen, baik tes maupun non-tes. Himpunan Data, yaitu kegiatan menghimpun data yang relevan dengan pengembangan peserta didik, yang diselenggarakan secara berkelanjutan, sistematis, komprehensif, terpadu, dan bersifat rahasia. Konferensi Kasus, yaitu kegiatan membahas permasalahan peserta didik dalam pertemuan khusus yang dihadiri oleh pihak-pihak yang dapat memberikan data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik, yang bersifat terbatas dan tertutup.
Kunjungan Rumah.
Yaitu kegiatan memperoleh data, kemudahan dan komitmen bagi terentaskannya masalah peserta didik melalui pertemuan dengan orang tua dan atau keluarganya. Tampilan Kepustakaan, yaitu kegiatan menyediakan berbagai bahan pustaka yang dapat digunakan peserta didik dalam pengembangan pribadi, kemampuan sosial, kegiatan belajar, dan karir/jabatan. Alih Tangan Kasus, yaitu kegiatan untuk memindahkan penanganan masalah peserta didik ke pihak lain sesuai keahlian dan kewenangannya.
Format Kegiatan Individual
Yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani peserta didik secara perorangan. Kelompok, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik melalui suasana dinamika kelompok. Klasikal, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani sejumlah peserta didik dalam satu kelas. Lapangan, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani seorang atau sejumlah peserta didik melalui kegiatan di luar kelas atau lapangan. Pendekatan Khusus, yaitu format kegiatan Bimbingan dan Konseling yang melayani kepentingan peserta didik melalui pendekatan kepada pihak-pihak yang dapat memberikan kemudahan.
Program Pelayanan
1. Jenis Program Program Tahunan.
Yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu tahun untuk masing-masing kelas di sekolah/madrasah.
Program Semesteran, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu semester yang merupakan jabaran program tahunan.
 Program Bulanan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu bulan yang merupakan jabaran program semesteran.
Program Mingguan, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi seluruh kegiatan selama satu minggu yang merupakan jabaran program bulanan.
Program Harian, yaitu program pelayanan Bimbingan dan Konseling yang dilaksanakan pada hari-hari tertentu dalam satu minggu.
Program harian , merupakan jabaran dari program mingguan dalam bentuk satuan layanan (SATLAN) dan atau satuan kegiatan pendukung (SATKUNG) Bimbingan dan Konseling.
2. Penyusunan Program Program pelayanan Bimbingan dan Konseling,
Disusun berdasarkan kebutuhan peserta didik (need assessment) yang diperoleh melalui aplikasi instrumentasi. Substansi program pelayanan Bimbingan dan Konseling meliputi keempat bidang, jenis layanan dan kegiatan pendukung, format kegiatan, sasaran pelayanan, dan volume/beban tugas konselor.

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More